SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA


Kamis, 19 Mei 2011

Kiamat Menurut Agama Buddha



KIAMAT MENURUT BUDDHA-DHAMMA
Di dalam Buddha-Dhamma dikenal adanya dua siklus dunia tempat kita hidup :
1. Siklus naik.
2. Siklus turun.
Satu siklus kelahiran kembali dunia ( Mahakappa : Satu Kappa Besar ) dibagi menjadi 4 fase:
1. Fase Kekosongan,
2. Fase “ Penciptaan “ ,
3. Fase statis / kediaman ,
4. Fase Kerusakan ( Kiamat ).
Masing-masing fase tersebut disebut “Kappa-Menengah”. Kappa-menengah terdiri dari dua-puluh ( 20 ) kappa-kecil. Kappa-kecil pertama disebut kappa-turun, dan kappa-kecil terakhir ( yang ke-20 ) disebut kappa naik.
Delapan-belas ( 18 ) kappa-kecil di antara kappa-turun dan kappa-naik merupakan siklus yang terdiri atas paruh-pertama naik dan paruh-kedua turun.
Diperlukan waktu dua-puluh ( 20 ) kappa-kecil untuk fase kekosongan, dan 20 kappa kecil untuk fase “penciptaan” alam-semesta tempat kita hidup ini.
Waktu permulaan zaman dari fase kediaman, awal kemunculan manusia di bumi, jangka kehidupan mereka rata-rata adalah “tak-terhingga”,, lalu turun secara perlahan-lahan ( dimana sekarang ini rata-rata umur manusia adalah 70 tahun ) hingga suatu saat akan mencapai umur rata-rata hanya sepuluh ( 10 ) tahun, dan saat tercapainya ini adalah disebut dengan “utkarsa” : fase-turun, maka itu kappa-pertama disebut kappa-turun.
Setelah itu diikuti dengan delapan-belas ( 18 ) kappa-kecil dimana jangka kehidupan rata-rata manusia perlahan-lahan naik ke delapan-puluh-ribu ( 80.000 ) tahun , dan fase ini disebut “apakarsa” : fase-naik.
Lalu setelah apakarsa kemudian rata-rata kehidupan manusia akan turun lagi menjadi selama sepuluh ( 10 ) tahun ( kembali ke “utkarsa” ; fase-turun ). Maka dari itu delapan-belas ( 18 ) kappa kecil itu disebut kappa naik-turun.
Setelah jangka kehidupan rata-rata manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun di akhir kappa kecil ke-19, jangka kehidupan manusia rata-rata naik kembali secara perlahan-lahan menjadi delapan-puluh-ribu ( 80.000 ) tahun , yaitu kembali pada “apakarsa” ; fase-naik.
Dalam beberapa teks Buddhis, kata “perlahan-lahan” artinya jangka kehidupan rata-rata manusia naik/turun 1 tahun setiap kurun waktu seratus ( 100 ) tahun, tergantung apakah zaman itu dalam fase naik atau fase turun.
Pada saat terjadi apakarsa ( fase-naik ), maka tidak akan ada kemunculan seorang BUDDHA, karena manusia hidup lebih lama di dunia yang relatif makmur sehingga mereka telah puas dan tak berminat mendengarkan ajaran Buddha.
Buddha hanya akan muncul pada fase turun, tapi tidak muncul saat jangka kehidupan manusia telah jatuh dibawah titik jangka kehidupan kritis, saat sikap dan mental manusia sangat inferior sehingga tidak bisa menerima ajaran Buddha. Jangka kehidupan kritis ditafsirkan beraneka ragam, ada yang menafsirkannya sebagai seratus ( 100 ) tahun, delapan-puluh ( 80 ) tahun, bahkan tiga-puluh ( 30 ) tahun. Zaman dibawah jangka kehidupan kritis disebut zaman kegelapan, yang dalam agama lain disebut “Akhir-Zaman”.
Tanda-Tanda Akhir Zaman
Tanda-tanda “Akhir-Zaman” menurut Buddha-Dhamma adalah saat timbulnya lima ( 5 ) macam kemerosotan ( kasaya ):
1. Kemerosotan pandangan ( ditthi-sakaya ) : aneka ragam gagasan dan pandangan terbalik muncul di seluruh pelosok dunia dan menjadi dominan di dalam benak manusia.
2. Kemerosotan hawa-nafsu ( kilesa-kasaya ) : manusia hanya mengejar kesenangan dengan menghalalkan segala cara. Segala jenis kejahatan merajalela dan perbuatan tercela ( dengan menggunakan standar hidup kita sekarang ) dianggapnya sebagai norma-norma. Orang-orang yang melakukan kejahatan bahkan disanjung sebagai pahlawan dan dihormati di masyarakat.
3. Kemerosotan kondisi manusia ( sattva-kasaya ) : mayoritas manusia tidak mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan dalam kehidupan. Saat itu, fisik dan mental manusia jauh lebih inferior daripada saat kita hidup sekarang ini.
4. Kemerosotan jangka kehidupan manusia ( ayus-kasaya ) : jangka kehidupan rata-rata manusia secara makro menurun hingga ke titik kritis.
5. Kemerosotan zaman-dunia ( kalpa-kasaya ) : peperangan, bencana-alam, wabah-penyakit, gagal-panen, dan kelaparan melanda dunia. Saat mengalami ini, lingkungan hidup ( ekosistem dan ekologi ) semakin memburuk.
Salah satu ciri dari fase turun adalah kejadian yang disebut dengan “Tiga-Bencana-Besar” :
1. Peperangan,
2. Wabah penyakit.
3. Kelaparan.
Ada tiga teori mengenai ciri-ciri dari fase turun tersebut. Teori pertama , menyatakan bahwa pada saat jangka kehidupan manusia mencapai rata-rata sepuluh ( 10 ) tahun, peperangan berlangsung selama tujuh ( 7 ) hari, dilanjutkan dengan wabah penyakit yang berlangsung selama tujuh ( 7 ) bulan plus tujuh ( 7 ) hari, dilanjutkan dengan kelaparan selama tujuh ( 7 ) tahun, tujuh ( 7 ) bulan, dan tujuh ( 7 ) hari.
Teori kedua , menyatakan bahwa hanya satu jenis bencana yang akan terjadi di setiap akhir kappa-kecil. Saat jangka kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun di kappa pertama, wabah penyakit muncul ; di kappa kedua api peperangan terjadi ; dan di kappa ketiga, kelaparan melanda. Pola ini berlanjut sampai sepanjang enam-belas ( 16 ) kappa berikutnya, dan setiap bencana berlangsung selama tujuh ( 7 ) hari. Menurut teori ini, kita sekarang berada di kappa kesembilan ( ke-9 ), pada fase menurun, dimana bencana kelaparan akan terjadi saat jangka kehidupan manusia rata-rata mencapai sepuluh ( 10 ) tahun.
Teori ketiga , menyatakan bahwa kala jangka kehidupan manusia mencapai tiga-tuluh ( 30 ) tahun, ada periode kelaparan selama tujuh ( 7 ) tahun, tujuh ( 7 ) bulan, tujuh ( 7 ) hari ; dikala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai dua-puluh ( 20 ) tahun, ada periode wabah penyakit selama tujuh ( 7 ) bulan dan tujuh ( 7 ) hari ; kala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun, ada periode bencana peperangan selama tujuh ( 7 ) hari.
Terjadinya Kiamat
Pada kappa kedua-puluh ( ke-20 ), kappa terakhir, merupakan fase naik dan jangka kehidupan manusia mencapai delapan puluh ribu ( 80.000 ) tahun. Setelah itulah, kiamat mulai datang dalam bentuk penghancuran bumi melalui salah satu dari tiga unsur alam-semesta : api, air, dan angin. Ini adalah akhir dari sebuah siklus “Mahakappa”.
Siklus mahakappa pertama diakhiri dengan kiamat dari unsur api, dimana tujuh matahari muncul [ melintasi orbit tata surya kita ] dan mengeringkan samudera.
Siklus mahakappa kedua ( ke-2 ) hingga ketujuh juga diakhiri dengan cara kiamat yang serupa. Siklus mahakappa kedelapan ( ke-8 ) diakhiri dengan kiamat dari unsur air.
Pola kiamat api dan satu kiamat air berulang selama tujuh ( 7 ) kali, totalnya lima-puluh-enam ( 56 ) Mahakappa.
Selanjutnya dilanjutkan dengan tujuh kali kiamat api dan satu kiamat angin, sehingga total menjadi enam-puluh-empat ( 64 ) Mahakappa.
Periode enam-puluh-empat ( 64 ) Mahakappa merupakan satu siklus besar dari satu sistem dunia. Kiamat api menghancurkan mulai dari neraka hingga surga kesembilan ( ke-9 ), yaitu surga tempat Maha-Brahma hidup. Kiamat air menghancurkan mulai dari neraka hingga surga kedua-belas ( ke-12 ), yaitu alam makhluk cahaya ( Abhassara ), dan kiamat angin menghancurkan dari alam neraka hingga surga kelima-belas ( ke-15 ), yaitu alam Subhakinha ( Jhana III ).
Penggambaran kiamat dari siklus Mahakappa pertama hingga ketujuh, yaitu kiamat dengan unsur api digambarkan dalam Anguttara Nikaya, Sattakanipata adalah sebagai berikut :
“ Bhikkhu, akan tiba suatu masa setelah bertahun-tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun, tidak ada hujan.
Ketika tidak ada hujan, maka semua bibit tanaman seperti bibit sayuran, pohon penghasil obat-obatan, pohon-pohon palem dan pohon-pohon besar di hutan menjadi layu, kering dan mati… .
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kedua muncul. Ketika matahari kedua muncul, maka semua sungai kecil dan danau kecil surut, kering dan tiada… .
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu wakti di akhir yang lama, matahari ketiga muncul. Ketika matahari ketiga muncul, maka semua sungai besar, yaitu sungai Gangga, Yamuna, Acirawati, Sarabhu dan Mahi, surut, kering dan tiada… .
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu wakti di akhir masa yang lama, matahari keempat muncul. Ketika matahari keempat muncul, maka semua danau besar tempat bermuaranya sungai-sungai besar, yaitu danau Anotatta, Sihapapata, Rathakara, Kannamunda, Kunala, Chaddanta, dan Mandakini surut, kering dan tiada… .
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lamai, matahari kelima muncul. Ketika matahari kelima muncul, maka air maha samudera surut 100 Yojana, lalu surut 200 Yojana, 300 Yojana, 400 Yojana, 500 Yojana, 600 Yojana dan surut 700 Yojana. Air maha samudera tersisa sedalam tujuh pohon palem, enam , lima, empat, tiga, dua pohon palem, dan hanya sedalam sebatang pohon palem. Selanjutnya, air maha samudera tersisa sedalam tinggi tujuh orang, enam, lima, empat, tiga, dua, dan hanya sedalam seorang saja, lalu dalam airnya setinggi pinggang, setinggi lutut, hingga airnya surut sampai sedalam tiga mata kaki.
Para Bhikkhu, bagaikan di musim rontok, ketika terjadi hujan dengan tetes air hujan yang besar, mengakibatkan ada lumpur di bekas tapak-tapak sapi, demikianlah dimana-mana air yang tersisa dari maha-samudera hanya bagaikan lumpur yang ada di bekas tapak-tapak kaki sapi.
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keenam muncul, Ketika matahari keenam muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung, mengeluarkan , memuntahkan, dan menyemburkan asap. Para Bhikkhu, bagaikan tungku pembakaran periuk yang mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap, begitulah yang terjadi dengan bumi ini.
Demikianlah para Bhikkhu, semua bentuk ( sankhara ) apa pun adalah tidak kekal, tidak abadi, atau tidak tetap. Janganlah kamu merasa puas dengan semua bentuk itu, itu menjijikkan, bebaskanlah diri kamu dari semua hal.
Para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir yang lama, matahari ketujuh muncul. Ketika matahari ketujuh muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung terbakar, menyala berkobar-kobar, dan menjadi seperti bola api yang berpijar. Cahaya nyala kebakaran sampai terlihat di alam Brahma, demikian pula dengan debu asap dari bumi dengan gunung Sineru tertiup angin sampai ke alam Brahma.
Bagian-bagian dari puncak gunung Sineru setinggi 1, 2, 3, 4, 5 ratus Yojana terbakar menyala ditaklukkan oleh amukan nyala berkobar-kobar, hancur lebur. Disebabkan oleh nyala yang berkobar-kobar bumi dengan gunung Sineru hangus total tanpa ada bara maupun abu yang tersisa. Bagaikan mentega atau minyak yang terbakar hangus tanpa sisa.
Demikian pula bumi dengan gunung Sineru hangus terbakar hingga bara maupun debu tak tersisa sama sekali. “

MUNGKINKAH TERDAPAT TUJUH MATAHARI YANG AKAN MEMBAKAR BUMI?
Penjelasan Kiamat menurut Sang Buddha tersebut diatas tentunya akan mengerutkan alis mata anda, khususnya yang belum mengenal Buddha-Dhamma. Anda yang tidak mengenal Buddha-Dhamma akan bertanya-tanya, “ Mana mungkin ada matahari lebih dari satu ? Mana mungkin terdapat tata-surya lebih dari satu ? Mana mungkin ada galaksi selain galaksi ini ? Mana mungkin ada “Alam-Kembar” seperti alam yang kita huni ini ? “
Sekedar mengingatkan kembali, Sang Buddha menyebutkan adanya tiga sistem dunia :
1. Sahassi Culanika Lokadhatu , yaitu Seribu ( 1.000 ) tata-surya kecil. Didalam Sahassi Culanika Lokadhatu terdapat seribut ( 1.000 ) matahari, seribu ( 1.000 ) bulan, seribu ( 1.000 ) Sineru, seribu ( 1.000 ) Jambudipa, dll.
2. Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu, yaitu seribu kali Sahassi Culanika Lokadhatu. Dalam Dvisahassi Majjhimanika Lokadhatu terdapat 1.000 x 1.000 tata surya kecil = 1.000.000 tata surya kecil. Terdapat 1.000 x 1.000 matahari = 1.000.000 matahari, terdapat pula 1.000 x 1.000 bulan = 1.000.000 bulan, dan seterusnya.
3. Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu terdapat 1.000.000 X 1.000 = 1.000.000.000 tata surya. Terdapat 1.000.000 x 1.000 matahari = 1.000.000.000 matahari, dan seterusnya.
Sesungguhnya, maksud dari Sabda Sang Buddha tersebut, jumlah tata-surya melampaui dari sekedar satu-milyar ( 1.000.000.000 ) tata-surya saja. Namun karena Sang Buddha mengajarkannya dengan menggunakan bahasa manusia ( saat Beliau hidup kala itu ), maka menggunakan kisaran angka ribuan, jutaan, milyaran. Ingat , seperti Sang Buddha sendiri pernah mengisyaratkan, bahwa bahasa manusia tidak mampu melukiskan sesuatu yang Transenden , “bagaikan jari menunjuk bulan, bukan bulan itu sendiri”.
Dalam kenyataannya, Sabda Sang Buddha mengenai Alam-Semesta, Awal Mula Terjadinya, hingga kelak “Kiamat”, mendapat dukungan dan mengundang decak-kagum fisikawan tersohor didunia, yaitu Dr.Albert Einstein, hingga dia mengeluarkan pernyataan ( seperti yang tertulis di awal artikel ini ) , bahwa “… Jika ada agama yang sejalan dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Modern, maka itu adalah Ajaran BUDDHA.”
Dalam salah satu penggalan surat yang dilayangkan ke salah seorang rekannya di tahun 1944, Albert Einstein, sang penggagas Teori Relativitas berkata, “Apa yang kulihat di alam ini adalah sebuah struktur yang maha besar, namun yang dapat kita pahami baru sebagian kecil saja. Begitu pun sudah cukup membuat pusing.”
Mengenai jumlah galaksi yang lebih dari satu, juga telah dibenarkan oleh para ilmuwan. Setidaknya ada dua-ratus milyar galaksi yang sudah dikenali oleh para ilmuwan, diantaranya ( selain Bima-Sakti ), adalah : Galaksi Major Dwarf, Virgo Stellar Stream, Sagitarius Elips Kerdil, Awan Magellanik Besar, dan lain-lainnya.
Beth Willman, dari Center for Cosmology and Particle Physics, Universitas New York, baru-baru ini juga menemukan “Galaksi-Kerdil” didekat Bima-Sakti, yang ia sebut “Globular-Cluster”. Willman berkata, “Yang kami dapatkan kemudian adalah objek yang 200 kali lebih tidak bercahaya bila dibandingkan dengan galaksi-galaksi lain yang terlihat sebelumnya. “
Berbagai penemuan baru juga terus bermunculan dalam penyelidikan planet di luar Tata Surya, atau yang lebih dikenal sebagai eksoplanet. Salah satu planet ini – Gliese 581 – disebut sebagai Bumi Super (ukuran besar), disebut Bumi karena berbagai parameternya memperlihatkan planet ini layak huni, dan disebut Super karena ukurannya lebih besar melampaui bumi tempat kita hidup ini.

Matahari Lebih dari Satu
Dalam tulisannya di Kompas (8 Desember 2006) alumnus astronomi Taufiq menyinggung tata surya dengan matahari lebih dari satu. Salah satu contohnya adalah tata-surya dengan tiga matahari seperti yang ada pada matahari “HD188753” yang berada di Rasi Angsa (Cygnus). Pada sistem yang berjarak 149 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9.500 miliar km), matahari utama dikitari oleh dua matahari lain berukuran lebih kecil. Di luar itu masih ada sebuah planet gas berukuran lebih besar dari Yupiter mengorbit lebih dekat ke bintang induk dengan periode orbit 3,5 hari.
Pada sistem yang lain, ada pula planet yang ditemukan pada matahari ganda. Misalnya saja matahari ganda Gamma Cephei. Matahari utamanya yang bermassa 1,6 massa Matahari punya sebuah planet dengan massa 1,76 kali Yupiter yang mengorbit sejauh jarak Matahari-Mars (1,5 AU (Astronomical Unit) 1 AU = 150 juta km), dan punya matahari partner yang berukuran lebih kecil pada jarak sejauh Matahari-Uranus (19,2 AU).
Belum lama ini wahana teleskop antariksa Spitzer menemukan sistem yang memiliki “Empat Matahari Induk”. Spitzer dengan peralatan inframerahnya telah diarahkan untuk meneliti piringan debu yang mengelilingi sistem empat bintang HD 98800.
HD 98800 diperkirakan berumur 10 juta tahun, dan berada di Rasi TW Hydrae yang berjarak 150 tahun cahaya. Sebelum diteliti oleh Spitzer, astronom telah memiliki sejumlah informasi mengenai matahari ini dari pengamatan teleskop darat. Mereka sudah mengetahui, bahwa sistem ini punya empat matahari, dan keempat matahari yang ada berpasang-pasangan dalam sistem dua bintang (double, atau binary).
Matahari-matahari dalam sistem matahari ganda mengorbit satu terhadap yang lain, demikian pula dua pasang matahari ganda tersebut juga saling mengitari satu terhadap yang lain sebagaimana pasangan-pasangan penari balet. Salah satu pasangan matahari – yang disebut HD 98800B – memiliki piringan debu di sekelilingnnya, sementara pasangan satunya tidak.
Seperti dilaporkan oleh NASA, keempat matahari saling terikat oleh gravitasi dan jarak antara kedua pasang bintang tersebut adalah sekitar 50 AU, atau sedikit lebih jauh dibandingkan jarak Matahari -  Pluto yang sekitar 40 AU.
Dan temuan para ilmuwan tersebut diatas, baik mengenai matahari yang lebih dari satu, mengenai galaksi yang telah dikenali hingga 200 milyar banyaknya, serta “Parallel Universe” ( Alam-Kembar, yakni teori adanya alam-semesta lain selain tempat kita tinggal, akan kita bahas dalam topik selanjutnya ), merupakan suatu bentuk pengakuan terhadap ajaran Sang Buddha, yang menyatakan bahwa “Alam-Semesta” ini tidak hanya terdiri dari satu tata-surya saja, tidak hanya terdiri dari satu galaksi saja, bahkan jumlahnya sesungguhnya hingga milyaran tata-surya. Dan dengan demikian, pernyataan Sang Buddha mengenai terjadinya kiamat setelah berkumpulnya tujuh matahari menyinari bumi secara bersama-sama, sangatlah masuk akal, karena ternyata alam-semesta ini sungguh sangat luas tak terkira, dan terdiri dari ratusan milyar galaksi, serta juga milyaran matahari.
KESIMPULAN
Jadi, merujuk pada Sabda Sang Buddha, Sang Lokavidu – Pengenal Segenap Alam Semesta – , maka, kiamat dialam Bumi kita ini belum akan terjadi dalam waktu dekat ini, tidak dalam hitungan 1, 2, 3, 4, 5, 10, 100, 1.000, 10.000, 100.000 , 1.000.000, 10.000.000 tahun ini, karena :
1. Kita sekarang berada pada masa Kappa ke-9 ( sembilan ), fase turun dari masa / fase “Kediaman” / “Statis”, yaitu menuju turunnya jarak hidup / usia manusia, dimana nantinya manusia hanya akan berusia maksimal sepuluh ( 10 ) tahun. Untuk menyelesaikan masa/fase Kediaman / Statis, masih dibutuhkan 11 kappa lagi, baru kemudian bumi ini masuk pada fase “Kerusakan” / Kiamat. Padahal, Kiamat baru akan terjadi pada masa Kappa ke-20 ( dua-puluh ) kappa terakhir dari fase “Kerusakan” / “Kiamat”, yang merupakan fase naik dan jangka kehidupan manusia akan mencapai delapan puluh ribu ( 80.000 ) tahun. Sehingga, dari saat sekarang, masih dibutuhkan 11 + 20 Kappa = 31 Kappa lagi untuk mencapai masa “Kehancuran” / “kiamat”. Setelah kappa ke-20 dari fase Kehancuran itulah, kiamat baru mulai datang dalam bentuk penghancuran bumi melalui salah satu dari tiga unsur alam-semesta : api, air, dan angin. ( akhir dari sebuah siklus “Mahakappa” ). Dan kita ingat, 1 Kappa itu dilalui dalam waktu yang sangat panjang, lebih dari milyaran tahun. Sehingga, dari kappa ke-9 fase turun ini, untuk menuju kappa ke-20 fase naik dari fase “Kehancuran”, masih dibutuhkan waktu sangat panjang, melebihi trilyunan tahun lagi.
2. Kelima tanda akhir zaman belum muncul. Yang ada sekarang adalah bencana alam yang sangat wajar ( wajar, karena, bumi tidak akan pernah berlalu tanpa adanya bencana alam ) bila dibandingkan dengan apa yang dimaksudkan dengan tanda-tanda akhir zaman tersebut. Juga peperangan yang disebabkan egoisme SARA semata.
3. Kita belum mengalami dimana “ratusan ribu tahun” tidak ada hujan. Kita masih bisa menikmati musim dengan baik ( meskipun terjadi sedikit pergeseran musim, yang lebih disebabkan karena karma-karma buruk kita sendiri ( baca artikel Bencana Alam dalam Perspektif Buddha-Dhamma di weblog ini ) ).
4. Kita belum mengalami masa dimana matahari kedua munul dan menyinari bumi ini secara kontinyu. Kemudian belum mengalami kemunculan matahari ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh muncul secara bersamaan. Dan kemunculan matahari-matahari tersebut, sangatlah membutuhkan waktu yang lama sekali, masih jutaan tahun lagi, bahkan lebih ( ingat sekali lagi, bahasa manusia yang delusiv dan relatif tak bisa dengan tepat menggambarkan sesuatu yang “Transenden” ).
5. Dan karena matahari-matahari itu belum muncul, air masih bisa kita nikmati, sungai kita masih tetap ada, lautan tetap ada, belum ada gunung yang mulai hancur , dan lain-lain tanda seperti yang disabdakan oleh Sang Buddha.
Demikian, sehingga kiamat bagi planet Bumi dan tata-surya kita ini sesungguhnya masih teramat sangat jauh. Usia bumi kita sekarang ini menurut beberapa ilmuwan baru lima ( 5 ) milyar tahun ( ini yang masih bisa diteliti, sesungguhnya, usia bumi sudah jauh lebih tua dari sekedar 5 milyar tahun ) , dan itu termasuk usia yang sangat muda bagi sebuah tata-surya di alam semesta.
http://bharadvaja.wordpress.com/

Apakah Buddha Seorang Atheist?


“Apabila, O para bhikkhu, para makhluk mengalami penderitaan dan kebahagiaan sebagai hasil atau sebab dari ciptaan Tuhan (Issara-nimmanahetu), maka para Nigantha (petapa telanjang) ini tentu juga diciptakan oleh satu Tuhan yang jahat/nakal (Papakena Issara), karena mereka kini mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.”
(Devadaha Sutta, Majjhima Nikaya 101, Tipitaka Pali).

Ucapan Sang Buddha itu bukan untuk mengatakan “tak ada Tuhan tertinggi” melainkan untuk mengatakan “sebab-sebab penderitaan bukan karena Tuhan tertinggi.”
Agama buddha bukanlah theism atau atheism, tapi realism. Berfokus pada object-object daripada menngiyakan atau mentakkkan obyek-obyek tersebut.
Pertanyaan apa Tuhan ada atau tak sama dengan apa Diri ada atau tak.
Pertanyaan tentang Tuhan dalam agama buddha termasuk 1 dari 4 pertanyaan yang tak perlu dijawab “acinteyya dhamma”. karena pertanyaan itu jika ditanyakan jawabannya akan kembali pada pertanyaan.


“Dengan mata, seseorang dapat melihat pandangan memilukan; Mengapa Brahma itu tidak menciptakan secara baik? Bila kekuatannya demikian tak terbatas, mengapa tangannya begitu jarang memberkati? Mengapa dia tidak memberi kebahagiaan semata? Mengapa kejahatan, kebohongan dan ketidak-tahuan merajalela? Mengapa memenangkan kepalsuan, sedangkan kebenaran dan keadilan gagal? Saya menganggap Brahma adalah ketidakadilan. Yang membuat dunia yang diatur keliru.” [Bhuridatta Jataka, Jataka 543]

“Apabila, O para bhikkhu, makhluk-makhluk mengalami penderitaan dan kebahagiaan sebagai hasil atau sebab dari ciptaan Tuhan (Issaranimmanahetu), maka para petapa telanjang ini tentu juga diciptakan oleh satu Tuhan yang jahat/nakal (Papakena Issara), karena mereka kini mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.” [Devadaha Sutta, Majjhima Nikaya 101]

“Apakah benar, seperti kata orang, bahwa yang mulia mengajar dan memegang pandangan bahwa apapun yang dialami seseorang… semua itu disebabkan oleh ciptaan Tuhan?”
Ketika mereka mengatakan “Ya”, kukatakan kepada mereka:
“Jika demikian halnya, yang mulia, maka ciptaan Tuhan itulah yang membuat orang-orang membunuh… dan memiliki pandangan salah. Maka mereka yang menganggap ciptaan Tuhan sebagai faktor penentu tidak akan memiliki semangat dan usaha untuk melakukan ini atau tidak melakukan itu. Karena mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ini atau itu harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan, istilah ‘petapa’ tidak sesuai untuk mereka, karena mereka hidup tanpa kewaspadaan dan pengendalian diri.” [Anguttara-Nikaya; III,61]

”Dengan mata, seseorang dapat melihat pandangan memilukan; Mengapa Brahma itu tidak menciptakan secara baik? Bila kekuatannya demikian tak terbatas, mengapa tangannya begitu jarang memberkati? Mengapa dia tidak memberi kebahagiaan semata? Mengapa kejahatan, kebohongan dan ketidak-tahuan merajalela? Mengapa memenangkan kepalsuan, sedangkan kebenaran dan keadilan gagal? SAYA MENGANGGAP, BRAHMA ADALAH KETIDAK-ADILAN . Yang membuat dunia yang diatur keliru.” [Bhuridatta Jataka, Jataka 543]

“Apabila, O para bhikkhu, makhluk-makhluk mengalami penderitaan dan kebahagiaan sebagai hasil atau sebab dari ciptaan Tuhan (Issaranimmanahetu), maka para petapa telanjang ini tentu juga diciptakan oleh satu Tuhan yang jahat/nakal (Papakena Issara), karena mereka kini mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.”
[Devadaha Sutta, Majjhima Nikaya 101]

“Bila ada Sang Maha Kuasa yang dapat mendatangkan bagi setiap mahluk ciptaanya kebahagiaan atau penderitaan, perbuatan baik maupun jahat, maka yang maha kuasa itu diliputi dosa, sedangkan manusia hanya menjalankan perintahnya saja.” (Mahabodhi Jataka No.528)

Semua ayat-ayat itu tak menunjukkan bahwa Buddha menidakkan keberadaan Tuhan tertinggi, tapi cuma menunjukkan bahwa suka dan duka tak ada hubungannya dengan Tuhan tertinggi.

Satu-satunya ayat yang menunjukkan ucapan Buddha bahwa Tuhan tertinggi itu tak ada berasal dari sutta mahayana, sedang mahayana merupakan hasil negosiasi berbagai pandangan untuk menjaring lebihbanyak pengikut.
“Semua konsep seperti sebab, pelanjutan, atom, unsur-unsur dasar, yang membuat kepribadian, jiwa pribadi, roh sakti, Tuhan yang berdaulat, pencipta, adalah imajinasi belaka dan perwujudan dari pemikiran manusia.“ – Lankavatara Sutta. YANG JELAS-JELAS BUKAN UCAPAN BUDDHA, KARENA DARI GAYABICARANYA KAYAK BUKAN SHAKHYAMUNIBUDDHA.

“Jikalau Tuhan adalah penyebab dari semua yang terjadi, apalah gunanya usaha keras/pengorbanan manusia?” [Asvaghosa, Buddha-carita 9, 53] . Masih tentang kaitan suka dan duka dengan Tuhan.

Ada pula buddhist yang secara keliru meanggap pikiran itu Tuhan tertinggi, cuma karena ayat:
“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.” – Dhammapada.
Padahal pikiran pun tak mengandung Diri atau Atta atau Pencipta segala sesuatu.

Ada asal-usul paham Tuhan tertinggi dalam: Brahmajala Sutta. tapi itupun bukan petunjuk bahwa Buddha menidakkan keberadaan Tuhan tertinggi. Cuma sekedar menunjukkan pandangan salah Brahma yang merasa Tuhan tertinggi.

Agama Buddha bukan theism bukan atheism, tapi realism yang lebih berfokus pada usaha LEARN dan UNLEARN, yang tujuannya tetap mencapai Tuhan tertinggi:
“Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang”
“Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”.
Dan itu bukanlah Nibbana. Karena Nibbana cuma aspek terakhir yang tertinggal dari tempat bukan lahir dan mati, yaitu Nibbana, “Berhentinya Penjadian.” Yang dimaksud Buddha itu sebenarnya Kekosongan. Cuma kekosongan yang abadi, tak dilahirkan, tak mati, dan tak melahirkan. Saat seseorang mencapai level 7, ia kembali memperhatikan lagi pencapaiannya itu, sehingga timbul berbagai ilmu seperti bisa melihat lintasbatas ruangwaktu segala sesuatu (lv8), sesudah selesai ia menjadi tanpa emosi tanpa persepsi (lv9).

Jadi, jawaban untuk judul diatas adalah: Tak.

4 Tanggapan to “Apakah Buddha Seorang Atheist?”
  1. AJ berkata
    “Semua ayat-ayat itu tak menunjukkan bahwa Buddha menidakkan keberadaan Tuhan tertinggi, tapi cuma menunjukkan bahwa suka dan duka tak ada hubungannya dengan Tuhan tertinggi.” kata ini tidak masuk akal, karena :
    Tuhan tertinggi? jadi masih ada hubungannya dengan Tuhan tingkatan yang lain?

    • bharadvaja berkata
      “‘Everything exists’: That is one extreme.
      ‘Everything doesn’t exist’: That is a second extreme.
      Avoiding these two extremes,
      the Tathagata teaches the Dhamma via the middle….” Jika Anda berusaha membuktikan Tuhan ada atau Tuhan tak ada berarti Anda bukan pengikut Buddha. Karena agama Buddha bukan tentang persepsi atau non-persepsi.

  2. bharadvaja berkata
    Dari kosong, hasilnya pasti kosong. Dari Tuhan, hasilnya pasti Tuhan lain yang menghasilkan kondisi Tuhan itu.
    Kalau ada Tuhan dalam agama Buddha maka ia bukanlah Anatta, tapi kekosongan atau sunyata. Satu-satunya keabadian cuma kekosongan. Nibbana bukan andalan kita, ia cuma kondisi mental saat memahami kekosongan.
  3. bharadvaja berkata
    Dalam agama Buddha tak relevan untuk berkata “Tuhan tak ada”.
    Sama tak relevannya dengan berkata “diri tak ada”, tanpa disertai tambahan diskusi yang sesuai untuk itu. Tunjukkan SATU sutta dimana Buddha berkata “diri tak ada”.
sumber
http://bharadvaja.wordpress.com/2010/09/07/apakah-buddha-seorang-atheist/#comments

Rabu, 18 Mei 2011

Woow, Pakaian di Buat Mirip Wajah

Seni adalah suatu yang universal, tak ada batasan seni itu harus menggunakan media apapun, dan inilah yang digunakan seorang seniman saat membuat seni wajah yang terbuat dari kain pakaian. Bagaimana bentuknya kita simak saja selanjutnya dengan gambar-gambar dibawah ini..




























5 SPBU terunik dan Termegah di dunia..

1. Tea Pot Gas Station (SPBU berbentuk teko teh)


Stasiun Gas Unik ini terletak di kota Lembah Yakima, Washington.

2. Welcome To the City Gas Station (SPBU Sebagai simbol selamat datang ke kota)



Ini adalah SPBU Trem. Alamat: 2901 North Palm Canyon Drive. Dibangun pada tahun 1963 oleh Frey dan Chambers, atap yang unik sengaja diciptakan untuk efek dramatis pada batas ke kota. Sebagai simbol selamat datang ke kota
Quote:
3. Recycled Materials Gas Station (SPBU Dengan Bahan-Bahan daur ulang)


Jika itu terjadi untuk musim panas di Los Angeles, Jangan lupa untuk mampir di sini.
Uniknya, pompa ini terbuat dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Hasil dari bahan daur ulang ini sangat mengejutkan semua kalangan bahkan ada yg sampai tidak percaya kalau ini terbuat dari bahan2 bekas atau daur ulang.

4. Lax Airpot roof Gas Stations

Jack Colker terletak pada 96 Uni Crescent Drive Beverly Hills, California. Proyek ini mungkin merupakan kecelakaan yang paling mencengangkan. Segitiga atap gedung ini, awalnya dibangun untuk bandara LAX. Tapi itu tidak digunakan. Nah dari atap pengangguran, membuat atap pompa bensin. Cukup cerdas ya ..

5. Futuristic Gas Statio

Apakah anda tahu, perancang membalas Arne Jacobsen Desain bangunan ini yang terletak di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1937?
Semacam lompatan desain..

Futuristic BP Gas Station Lands in LA
Menarik dan futuristik yang tampak membuka pompa bensin di sekitar Los Angeles.
Pertama pompa bensin yang unik tersebut adalah Helios House, sebuah situs BP di sudut dari Robertson Blvd & Olimpiade di Los Angeles.
It’s a self-pusat layanan yang hanya menjual bensin bebas timbel bensin. Stasiun terdiri dari struktur baja stainless yang mencakup semua pompa dan memiliki 90 panel surya yang memasok listrik untuk stasiun.
Stainless steel yang belum selesai desain meningkatkan pemantulan cahaya yang pada gilirannya akan mengurangi kebutuhan pencahayaan. Lampu-lampu di seluruh situs menggunakan lampu LED. yang dikendalikan oleh photocells dan detektor gerakan untuk mengendalikan operasi mereka. Air hujan yang dikumpulkan oleh kanopi besar dan dipompa untuk mengairi situs lansekap. (Karena LA tidak menerima banyak hujan, ini mungkin lebih dari masalah pemasaran praktis daripada satu).
Helios House adalah pompa bensin yang pertama di Amerika Serikat untuk diserahkan untuk LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) sertifikasi dan BP Helios House klaim menggunakan 16 persen lebih sedikit listrik dari stasiun tradisional.
Ramah lingkungan lain pompa bensin, dirancang oleh arsitek Kanner, adalah Amerika Minyak situs baru yang masih dalam proses pembangunan di La Brea dan Slauson Avenue di lingkungan Ladera Heights Los Angeles.



http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=105713

Beda Zodiak, Nenek Tega Bunuh Cucunya

Dikatakan peramal, cucunya itu akan bawa nasib sial bagi keluarga.
VIVAnews - Seorang nenek di China tega membunuh cucunya yang baru berumur empat bulan dengan cara menenggelamkannya ke dalam sumur. Hal ini dilakukannya lantaran percaya ramalan yang mengatakan cucunya itu akan mengundang nasib sial.

Dilansir dari laman Daily Telegraph, mengutip laman lokal provinsi Jiangxi, Selasa, 12 April 2011, Wanita bernama Ao yang berasal dari kota Nanchang ini sebelumnya diberitahu oleh seorang peramal bahwa zodiak kelahiran cucunya berbeda dengan zodiak anggota keluarga yang lain.

Hal ini, ujar si peramal, akan mengundang nasib buruk dan bahkan akan menghancurkan keluarganya. Ao, yang tidak disebutkan usianya, adalah seorang wanita yang masih percaya takhayul dan mengiyakan saja perkataan si peramal.

Usaha pembunuhan cucunya tersebut bahkan telah dilakukan ketika cucunya tersebut masih di dalam kandungan. Ao pernah memerintahkan cucunya yang lain untuk menendang perut menantunya agar keguguran, namun hal ini gagal dan menantunya melahirkan pada Januari lalu.

Barulah pada Rabu, 6 April lalu, si nenek melakukan aksi nekatnya, melempar bayi tidak berdosa itu ke dalam sumur ketika ibu si bayi ke toilet. Ao sempat buron selama dua hari, sebelum akhirnya ditangkap dan ditahan polisi. Proses pengadilan atasnya dijadwalkan akan dilakukan secepatnya.

Tingkah Ao ini sangat berseberangan dengan arus modernisasi yang tengah marak di China. Namun, wanita tua yang masih percaya takhayul dan adat lama seperti Ao masih sering ditemui terutama di daerah pedesaan miskin, seperti provinsi Jiangxi ini.
• VIVAnews

China Sita 26 Ton Susu Mengandung Melamine

Rencananya, susu ini akan digunakan sebagai bahan pembuat es krim dan kue.
VIVAnews - Kepolisian China menyita sebanyak 26 ton susu mengandung melamine di sebuah pabrik di kota Chongqing. Rencananya, susu ini akan digunakan sebagai bahan pembuat es krim dan kue

Dilansir dari laman CNN, Rabu, 27 April 2011, Biro Keamanan Publik China mengatakan bahwa susu itu tersimpan di gudang persediaan pabrik. Kala itu, pabrik ditutup sementara untuk perawatan mesin-mesin produksi.

Karena penutupan ini, susu yang terkontaminasi melamine belum sempat digunakan untuk makanan dan tersebar di masyarakat. Pada pabrik juga ditemukan stok lama yang seharusnya sudah dibuang, namun sepertinya masih akan dipasarkan.

Lima tersangka ditahan polisi, diantaranya adalah manajer perusahaan. Kelimanya kemungkinan akan menghadapi tuntutan kriminal.

Sektor makanan China telah sejak lama ditimpa skandal racun dan pencemaran makanan. Pada 2008, sedikitnya enam anak tewas dan 300.000 lainnya menderita sakit akibat meminum susu mengandung melamine.

Melamine digunakan di dalam susu untuk mengecoh petugas inspeksi makanan. Menambahkan melamine ke produk susu dan makanan dapat menambah tingkat protein, namun timbal yang tinggi dalam melamine dapat merusak ginjal dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Pada tahun ini saja, pemerintah China telah menemukan kandungan racun dan bahan tambahan berbahaya pada daging babi, tauge, dan roti. Sampai saat ini, sebanyak 21 orang telah dijatuhi hukuman akibat pencemaran, dua diantaranya telah dihukum mati.
• VIVAnews

Kejuaraan Kumis dan Jenggot Terane

Kejuaraan dunia kumis dan jenggot 2011 yang dilangsungkan di Trondheim, Norwegia ini diikuti kontestan dari berbagai negara. Kejuaraan yang dimulai sejak tahun 1995 ini menampilkan kumis dan jenggot dengan bentuk yang unik.


http://foto.vivanews.com/read/3463-kejuaraan-kumis-dan-jenggot-teraneh

Hukuman Butakan Mata di Iran Ditunda

VIVAnews - Seorang lelaki di Iran akan dibutakan kedua matanya sebagai balasan telah membutakan mata seorang wanita. Namun, rencana tersebut tertunda karena banyaknya protes yang menentang hukuman ini.
Dilansir dari laman Asian News Internasional, lelaki bernama Majid Movahedi rencananya akan dibutakan matanya oleh Ameneh Bahrami, 32, pada Sabtu, 14 Mei 2011, di bawah pengawasan pengadilan Iran. Bahrami akan menyuntikkan 20 tetes cairan asam ke dalam mata Mohavedi hingga dia buta sebagai bentuk hukuman qishash.

Hukuman ini diberikan kepada Movahedi setelah dia terbukti bersalah telah menyiramkan cairan asam ke wajah Bahrami pada 2004 lalu lantaran lamarannya ditolak. Akibat tindakan ini, mata Bahrami menjadi buta dan seluruh wajahnya hancur. Untuk menyembuhkan luka-lukanya, Bahrami harus menjalani 19 kali operasi di Spanyol.

Tidak terima diperlakukan demikian, Bahrami menuntut  diberlakukannya hukuman qishash atas Movahedi. Akhirnya, pada 2008, pengadilan Iran mengabulkan permintaan Bahrami.
Pengadilan Iran memberikan kesempatan bagi Bahrami untuk mengubah hukuman tersebut. Namun dia bergeming, tetap pada pendiriannya semula. "Saya dengan tegas tetap akan melakukan qishash. Saya mau qishash, dengan begitu saya akan ikhlas," ujarnya.

Rencananya hukuman ini akan dilangsungkan pada Sabtu sore. Namun menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, hukuman ini ditunda oleh pengadilan Iran. "Hukuman Qishash Movahedi telah ditunda untuk jangka waktu yang tidak diketahui," ujar sumber dilansir dari kantor berita ISNA.

Tidak ada keterangan jelas mengapa hukuman tersebut ditunda. Menurut laman Daily Mail penundaan terjadi akibat banyaknya protes dan kritik baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu organisasi yang menentang hal ini adalah Amnesty International.

Hassiba Hadj Sahraoui, wakil direktur Amnesty International Program Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan bahwa pemerintah Iran memiliki kewajiban di bawah hukum internasional untuk tidak melakukan hal tersebut.

"Terlepas dari penderitaan yang diterima oleh Ameneg Bahrami, hukuman dibutakan matanya dengan asam adalah siksaan yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan," ujar Sahroui. (eh)
• VIVAnews

Ribuan Semangka "Meledak" di China


Semangka meledak di kota Danyang, China.

VIVAnews - Semangka yang siap panen di kota Danyang, provinsi Jinagsu, China, dikabarkan "meledak" karena tumbuh terlalu besar dari ukuran semestinya. Diduga, hal ini disebabkan oleh penggunaan obat kimia untuk pertumbuhan tanaman yang tidak benar.
Dilansir dari laman Associated Press, Kamis, 18 Mei 2011, sebanyak 20 petani di kota ini kebingungan saat ribuan semangka yang mereka tanam di lahan seluas 45 hektar semuanya rusak. Media di negara ini menyebut semangka yang meledak dan terbelah sebagai "ranjau darat."
Diduga, penyebab meledaknya semangka tersebut adalah penggunaan obat kimia perangsang pertumbuhan, forchlorfenuron, yang terlalu berlebihan. Obat ini secara resmi terdaftar dan di perbolehkan di China, di Amerika Serikat obat ini juga biasa digunakan untuk tanaman kiwi dan anggur.
Namun, menurut profesor di universitas Agrikultur Nanjing, Wang Liangju, selain salah dalam penggunaan petani juga menggunakan pestisida ilegal dan pemupukan yang tidak benar. Penggunaan forchlorfenuron, ujarnya, sangat aman namun penggunaannya perlu perhatian khusus.
Wang mengatakan selain terlalu berlebihan, petani di Danyang juga terlambat menggunakan obat kimia ini sehingga semangka terlalu matang dan besar.
"Jika digunakan untuk buah yang masih muda, maka tidak akan ada masalah. Penyebab lainnya adalah jenis semangka. Para petani menanam semangka jenis kulit-tipis sehingga cenderung meledak dan terbelah jika terlalu besar," ujar Wang.
Ribuan semangka yang meledak tidak dijual oleh para petani dan digunakan untuk pakan babi dan ikan.
Sebelumnya pada Maret tahun lalu, pemerintah China juga menemukan kasus penyalahgunaan bahan penumbuh tanaman. Di kota Sanya dan Wuhan, petugas terpaksa menghancurkan 3,5 ton kacang-kacangan setelah petani kedapatan menggunakan pestisida isocarbophos yang dilarang pemerintah. (eh)

http://dunia.vivanews.com/news/read/220985-ribuan-semangka--meledak--di-china

Selasa, 17 Mei 2011

KETIKA AKU BERKATA BAHWA AKU ADALAH UMAT BUDDHA…


Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, aku bukan sedang menyatakan bahwa aku lebih bijaksana daripada kamu, melainkan membisikkan, “Aku punya banyak kegelapan batin yang harus dilenyapkan, karena itu aku memilih Ajaran Buddha.”


Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, bukan sedang memamerkan karma baik apa yang telah kutimbun di masa lalu, melainkan agar supaya kamu dapat melihat, karma buruk yang kulakukan di masa lalu sangatlah dalam dan berat, karena itu aku memohon pada para Buddha dan Bodhisatta untuk menambahkan kekuatan cahaya welas asih agar aku dapat berikrar, bertobat dan menghilangkan segala perbuatan buruk.

Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, itu bukan karena aku melarikan diri dari kehidupan duniawi mengejar sesuatu yang kosong, melainkan sepenuhnya menyadari bahwa dalam hidup ini tidak ada tempat yang bukan tempat pembabaran Dhamma, berlatih diri adalah hidup di masa kini.

Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, bukan berarti sejak itu hidupku tidak akan lagi menemui aral rintangan, tetapi dengan adanya Buddha Dhamma sebagai pengiring, aral rintangan satu per satu berubah menjadi kondisi yang membantuku tumbuh berkembang.

Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, hatiku dipenuhi rasa terima kasih yang tak terhingga, teringat bahwa dalam kehidupan kali ini dapat terlahir sebagai manusia yang memiliki kemampuan berlatih diri, pun punya kesempatan berjumpa dengan para orang bajik dan bisa mendengarkan Buddha Dhamma, hati nuraniku tergugah, ternyata hukum karma itu benar-benar luar biasa!

Ketika aku berkata bahwa aku adalah umat Buddha, aku tahu, meski dalam menapak Jalan Bodhi harus jatuh bangun berulang kali, tetapi mencapai keBuddhaan adalah hal yang akan terus kuupayakan dalam setiap kehidupanku. BBU.

Happy waisak 2555 B.E. Sabbe satta bhavantu sukhitatta. Semoga semua mahluk hidup berbahagia.