SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA


Senin, 21 Februari 2011

Kurukulla Bhagavati

Kurukulla Bhagavati



Kurukulla Bhagavati

Kurukulla Baghavati nama lainnya adalah Zuoming Fomu (Zuo = Segera Melakukan, Ming = Pengetahuan / Vidya , Fomu = Baghavati) Beliau adalah Bunda yang segera memberikan vidya untuk menghancurkan kegelapan batin.
Kurukulla Baghavati berada dalam kesadaran para insan dan memenuhi semesta ini, maka Beliau disebut juga Sanjiezizai Kongxingmu (Triloksvara Baghavati / Bunda Yang Leluasa di Triloka) , dengan kata lain Beliau merupakan salah satu manifestasi sifat dan kekuasaan Sang Penguasa Semesta itu sendiri (dalam Buddhisme, mampu menguasai mikrokosmos / tubuh dan batin sendiri = mampu menguasai makrokosmos, seluruh isi semesta, dengan kata lain menjadi leluasa tak lagi diperbudak oleh khayal dalam semesta ini)
Oleh karena itulah Kurukulla Baghavati mampu menyerap dan memasuki ke dalam kesadaran tiap insan. Merupakan salah satu Adinata Terpenting di Keluarga Teratai (Amitabha).
Kurukulla Bhagavati bersumber dari Hevajra Tantra, merupakan manifestasi Amitabha Buddha dengan Tara Merah, termasuk dalam kategori Vajra Dakini dari Padmakula. Kurukulla Baghavati memeiliki berbagai warna tubuh, merah, putih, hitam dan lain sebagainya. Yang paling utama adalah Kurukulla Merah.
Menekuni Mantra Hati Kurukulla akan memperoleh keleluasaan tubuh dan pikiran, segera mencapai tingkatan leluasa. Memperoleh panjang usia (Karena Beliau juga merupakan sifat Buddha Amitayus / Amitabha, Buddha panjang usia ), kata-kata yang merdu dan penuh kesungguhan, Prajna Sunyamahasukha, realisasi kemampuan menyerap batin semesta, cahayanya menerangi insan tiga alam derita, sukses dalam keempat karman (tolak bala, rejeki, kerukunan dan penaklukkan), terlahir di alam surga, menghancurkan kegelapan mencapai pencerahan, memutus segala kemelekatan dan pikiran kacau (terutama yang disebabkan oleh kemelekatan pada cinta duniawi), segera menyempurnakan duniawi dan adi duniawi, memperoleh anasrava , disukai banyak pihak, memperoleh penghormatan dari bawahan dan disenangi atasan, memperoleh jodoh yang baik dan semakin rupawan.
Salah satu aspek Utama dari Kurukulla Bhagavati adalah Maha Vasikarana, Maitri Karuna nya adalah Maitri Karuna yang universal kepada semua makhluk tanpa membeda - bedakan. Melalui aktivitasnya Kurukulla Bhagavati tidak hanya dapat menarik hati insan untuk saling dan mengasihi satu sama lain, tetapi juga dapat menarik seluruh makhluk yang berada di dalam Samsara untuk menapaki jalan menuju Pembebasan Agung melalui Praktek Buddha Dharma yang sejati.

Cerita Mengenai Asal Mula Pintu Dharma dari Kurukulla Bhagavati
Pada jaman dahulu, ada seorang Raja yang bernama Dorje Naljorma. Beliau memiliki banyak istri dan selir, serta memimpin rakyat jelata yang tak terhingga banyaknya. Diantara para istri dan selirnya, ada seorang ratu yang terkemuka dan berpengaruh, namun raja tidak sudi mendampinginya. Maka itu, ratu berkata kepada seornag dayang yang perngertian, "Temukanlah ilmu sakti untuk memikat raja!" Dayang ini kemudian mencari ke seluruh pelosok kota, terakhir tibalah ia di sebuah pasar yang menjual benang. Tampak olehnya seorang gadis yang angat cantik berkulit merah gelap, dan ia meminta petunjuk kepadanya. GAdis itu menyerahkan sebungkus makanan dan berkata, "Permintaan pemohon akan terpenuhi!" Sekembalinya, dayang menyerahkan makanan itu kepada ratu, dan menceritakan asal - usulnya. Ratu tidak berani memanfaatkannya pada diri raja karena khawatir bila makanan itu mengandung racun, sehinga kemudian Ratu melemparkan maknan ini ke dalam sebuah telaga kecil yang berada di sisi istana. Tak disangka, maknan ini ternyata dimakan oleh Rajanaga yang berada di telaga tersebut, sehingga Rajanaga pun menjadi terpikat oleh Ratu. Kemudian Rajanaga menjelama menjadi Raja (RAja Dorje Naljorma) dan menghampiri ratu, sehingga ratu pun hamil.
Raja menjadi murka mendengar kabar bahwa Ratu hamil karena Raja merasa belum pernah menyentuh Ratu (melakukan hubungan seksual drngan ratu), sehingga Raja memerintahkan untuk menghukum Ratu sesuai dengan pratran yang berlaku. Ratu membela diri, sehinga kemudian Raja berkata, "Coba saya selidiki dahulu!" Ia pun memerintahkan dayang tersebut untuk pergi mencari gadis yang berkulit merah gelap itu. Setelah ditemukan, gadis berkulit merah galap tersebut diundang ke istana. Dari hasil introgasi, Raja menyadari bahwa Gadis tersebut adalah Kurukulla Bhagavati, lalu Raja pun memeluk kaki beliau dan memohon Abhiseka. Selain menerima Abhiseka, raja juga diajarkan sila sehingga ia berhasil mencapai Pencerahan Awal dan Pencerahan Venaka, lalu ia pun berceramah dan melatih diri sehingga memiliki Mahaprajna rangkap. Setelah itu ia Tercrahakan dengan Sadhana Bhagavati.
Melalui Sang Raja, Sadhana ini diwariskan kepada Guru Vajrasana Cilik, Bhiksu Wari, dan Lima Leluhur Aliran Sakya hingga berkembang di daerah Tibet dan menjadi salah satu dari 13 Ajaran Emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara (13 Sadhana berharga Aliran Sakya yang tidak diwariskan). Meski Pencerahan Awal dan Pencerahan Venaka dapat dicapai dengan melaksanakan Latihan ini dari Kurukulla Bhagavati dan menjalankan Sila nya, tetapi yang terpenting adalah Ajaran ini cocok untuk menakhlukkan orang yang berpandangan lain (Pandangan salah / sesat). Melatih dan menjapa Mantra Adinata ini juga dapat meningkatkan Prajna, Sadhana kekayaan tersebar luas, memperbesar kewibawaan, dan Pahala yang berlimpah.Konon Kaisar Ganlong pernah melatih Sadhana ini sehingga dirinya dihormati orang banyak. Jika sadhana ini dilatih ornag awam, maka mereka akan hidup dengan penuh sukacita, juga dapat meningkatkan Berkah dan Prajna. Dahulu Sadhana ini jarang diwariskan, kini juga tidka banyak diwariskan, maka Sadhana ini sangatlah berharga.
Kurukulla Bhagavati bertubuh merah melambangkan hati manusia dapat ditaklukkan, memiliki satu kepala melambangkan hanya ada satu kebenaran sejati, memiliki tiga mata melambangkan melihat ketiga waktu, mengenakan mahkota dari lima tengkorak melambangkan Panca Prajna dari Panca Buddha Vajra juga melambangkan menakhlukkan kelima racun, memiliki empat lengan melambangkan sudah terbebas dari empat jenis kelhiran dan juga melambangkan empat macam keberhasilan (Melenyapkan musibah, menambah kekayaan, menaklukan hati manusia, melenyapkan Mara) dan juga melambangkan Catur Paramana, tangan kiri dan tangan kanan pertama memegang busur dan anak panah Bunga Utpalamelambangkan Samadhi dan Prajna, Tangan kanan kedua membawa Kait Bunga Utpala melambangkan Vasikarana, tangan kiri kedua membawa Tali / Jerat yang terbuat dari Bunga Utpala melambangkan kekuatan yang tanpa batas / dominasi atas segala bantuk keuatan, memiliki dua kaki melambangkan kesatuan antara Sila dan Samdahi, tubuh yang telanjang melambangkan tidak ada lagi kemelekatan, mengenakan kulit harimau melambangkan sudah terbebas dari segala bentuk kebencian, mengenakan mala dari 50 kepala manusia melambangkan sudah terbebas dari segala bentuk pikiran (dualisme pikiran)



Sadhana Api Tummo Vajravarahi


Sadhana Api Tummo Vajravarahi

(Intisari Ceramah Dharma Raja Buddha Lian Sheng Tanggal 6 Januari 2009 di Cetiya Faming)


Sembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zhengkong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala! Ketua Cetya Faming , Para Acarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, selamat siang semuanya! (Hadirin tepuk tangan) Mengenai "Samadhi Api Tummo Vajravahari", tadi saat melakukan abhiseka "Bhadra Kumbha Prana" dan "Api Tummo" di Cetiya Dapeng, saya pernah menjelaskan pada Anda semua, pada posisi 4 jari di bawah pusar, ada sebuah segitiga. Segitiga itu melambangkan api; bulat dalam lima unsur melambangkan logam, kayu berbentuk persegi panjang; bujursangkar adalah tanah; air berbentuk tak beraturan, air bentuknya macam-macam. Api adalah segitiga. Jadi, kita visualisasi sebuah segitiga pada posisi 4 jari di bawah pusar, lantas, di tengah ada sebelah aksara "AH", tulisannya begini "ㄎ", agak mirip api yang menyala, yakni sebelah dari aksara "AH". Di tengah segitiga, sekali menyalakan api, asalkan Anda merasakan api ini, ini menggunakan visualisasi, dalam aspek visualisasi dikatakan, api yang merah, panas, dan terang ini langsung berubah menjadi "Vajravahari", dari setitik api ini langsung berubah menjadi "Vajravahari", perlahan-lahan membesar, menjadi sebesar tubuh Anda, Anda sendiri pun berubah menjadi "Vajravahari"; saat ini, Anda menjapa mantra "Vajravahari", mengukuhkan diri sendiri, memasuki samadhi, yakni "Samadhi Api Tummo Vajravahari". Alasannya bukan pada kita mengundang "Vajravahari", yakni "Dorje Pagmo". Wujud "Vajravahari" adalah memegang "khatvanga", ada tiga buah tengkorak, melambangkan "loba", "dosa", dan "moha", dirangkaikan dengan tulang seorang manusia. Anda harus bervisualisasi wujud "Vajravahari", satu kaki berdiri, satu kaki diangkat, warna merah, sama seperti api. Setelah Anda bervisualisasi api tummo ini menjadi "Vajravahari" yang sangat halus, buatlah tubuh "Vajravahari" membesar lewat pernapasan penuh Anda, setelah bernapas penuh 10 kali, tiba di cakra reproduksi; setelah bernapas di cakra reproduksi 10 kali, tiba di cakra pusar; setelah bernapas 10 kali di cakra pusar, tiba di cakra hati; setelah bernapas 10 kali, tiba di cakra tenggorokan; setelah bernapas 10 kali, tiba di cakra kening, kemudian "menyentuh", dari semacam "sentuhan", api ini "menyentuh" bodhi putih di cakra kening, yakni cairan candra bodhicitta, biarkan ia menetes, kemudian mundur kembali, mundur ke cakra hati. Cairan candra bodhicitta dan api tummo, menyatu di cakra hati, buka cakra hati, inilah "Samadhi Api Tummo Vajravahari" yang terpenting. Lebih dulu menggunakan metode visualisasi wujud, ubah diri sendiri menjadi "Vajravahari", inilah "Samadhi Api Tummo Vajravahari". Pada dasarnya seperti itu, yakni visualisasi api menjadi "Dorje Pagmo". Bagaimana dengan air? Yakni cairan candra bodhicitta, juga separuh aksara "AH", ini adalah aksara "HAN", aksara "HAN" turun, saling menyatu mengikuti separuh aksara "AH", di atas cakra hati adalah sebuah "AH". Dapat membuka kelima cakra, misalnya buka dulu cakra pusar, buka cakra reproduksi, buka cakra hati, buka cakra kening, buka cakra tenggorokan. Di kelima tempat ini ada Panca Buddha, Panca Buddha juga boleh dikatakan Panca Vajra, Panca Buddha pun berubah menjadi Panca Vajra. Ini adalah sadhana jenis lain. Pertama-tama, Anda harus memohon "Vajravahari" datang membantu Anda, ada sebuah gatha, tertulis di buku, memohon "Vajravahari" membantu api tummo Anda agar dapat segera menyala, yakni menjadikan "Vajravahari" sebagai umpan, supaya api tummo Anda segera menyala, cara ini adalah "Samadhi Api Tummo Vajravahari". (Hadirin tepuk tangan)



Bodhipathapradipah (Pelita Yang Menerangi Jalan Menuju Pencerahan)


Bodhipathapradipah

(Pelita Yang Menerangi Jalan Menuju Pencerahan)

Namo Manjughosa Kumarabhuta!

1. Dengan penuh hormat aku bersujud kepada
Semua Jina dari ketiga masa
Kepada Dharmanya serta Sanghanya
Setelah didesak oleh siswaku yang baik Jang Chub O
Aku akan menulis Pelita Yang Menerangi Jalan Menuju Pencerahan.

2. Memahami bahwa terdapat tiga golongan makhluk
Sebagai yang berkapasitas kecil, sedang dan besar
Untuk menjelaskan ciri-ciri mereka masing-masing
Aku akan menuliskan yang menjadi perbedaannya.

3. Mereka yang dengan berbagai cara ingin memperoleh sekedar kebahagiaan
samsara bagi dirinya sendiri
Dianggap sebagai berkapasitas kecil.

4. Mereka yang berpaling dari kebahagiaan samsara, menolak kejahatan
Dan mengupayakan pembebasannya sendiri
Dikatakan sebagai yang berkapasitas sedang.

5. Mereka yang setelah memahami penderitaannya sendiri
Berkeinginan mengakhiri penderitaan makhluk lain dengan sempurna
Adalah orang dengan kapasitas agung.

6. Bagi makhluk agung ini
Yang menginginkan tercapainya Pencerahan Tertinggi
Aku akan menjelaskan cara sempurna
Yang diajarkan oleh para Guru.

7. Di hadapan lukisan, arca dan sebagainya dari Hyang Buddha yang sempurna
Di hadapan stupa dan kitab suci
Persembahkan bunga, dupa, serta apa saja yang dimiliki
Serta puja tujuh bagian yang terdapat dalam Arya Samantabhadra-pranidhana-raja.

8. Dengan pikiran yang tak akan pernah berpaling (hingga)
tercapainya Pencerahan Sempurna
Dan keyakinan yang kuat pada Hyang Triratna
Dengan berlutut di tanah dan dengan tangan beranjali
Pertama-tama nyatakan berlindung tiga kali.

9. Selanjutnya, setelah membangkitkan belas kasih pada semua makhluk
Pikirkan mereka semua dirundung oleh penderitaan dari kelahiran di ketiga alam rendah,
dari kematian dan sebagainya
Dan dengan kehendak untuk membebaskan makhluk hidup dari penderitaan yang berwujud,
dari penderitaan karena perubahan, dan dari benih penderitaan, bangkitkan kehendak
untuk mencapai Pencerahan dengan janji yang tak tergoyahkan.

10. Kebajikan dari membangkitkan bodhicitta aspirasi
Dijelaskan dengan sempurna oleh Arya Maitreya di dalam Gandavyuha-sutra.

11. Dalam membaca ajaran atau mendengarkan dari seorang Guru
Pelajarilah dengan tekun kebajikan tak terbatas dari bodhicitta yang sempurna
sehingga ia mungkin dapat berada dalam dirimu.
Dengan cara demikian bangkitkan bodhicitta secara berulang kali.

12. Di dalam Suradatapariperccha-sutra kebajikannya dinyatakan dengan jelas.
Aku hanya akan mengutipnya tiga slokha di sini.

13. “Bila ia berwujud dalam bentuk nyata
Kebajikan membangkitkan bodhicitta
Akan sepenuhnya memenuhi antariksa
Dan bahkan melampauinya.”

14. “Bila seseorang memenuhi dengan permata
Alam para Buddha yang sebanyak butiran pasir
Di sungai Gangga dan mempersembahkannya kepada Sang Pelindung Dunia,”
“Dan jika seseorang menangkupkan kedua telapak tangannya kemudian dalam hati memberikan penghormatan pada bodhicitta, persembahan demikian akan jauh lebih utama. Ia tidak akan terbatas.”

15. Setelah membangkitkan bodhicitta aspirasi
Terus menerus berusahalah untuk memperkuatnya
Juga untuk mengingatnya dalam hidup yang akan datang
Jagalah ikrar dengan baik sebagaimana yang diajarkan.

16. Tanpa ikrar bodhicitta hakiki
Kesempurnaan bodhicitta aspirasimu tak akan berkembang.

17. Karena itu, mereka yang ingin memperkuat aspirasinya mencapai Pencerahan
akan dengan mantap berusaha menjalankan ikrar tersebut.

18. Mereka yang telah memiliki salah satu dari ketujuh sila pratimoksha atau
ila seumur hidup lainnya, memiliki dasar yang baik untuk mengambil ikrar bodhisattva.
Kecuali ini tidak ada jalan lain.

19. Dari ketujuh macam sila pratimoksha yang diajarkan oleh Tathagata,
mereka yang menjalankan sila murni kebhiksuan adalah yang tertinggi.

20. Sebagaimana ritual yang dijelaskan di dalam bab sila Bodhisattvabhumi,
ambillah sila dari seorang Guru yang memiliki kualifikasi sempurna.

21. Ia yang trampil dalam upacara pemberian ikrar, yang menjalankan sila,
pantas untuk memberikannya dan berbelas kasih adalah Guru yang qualified.

22. Dalam keadaan di mana engkau telah berusaha untuk menemukan Guru
namun tidak menemukannya, aku akan menjelaskan cara lain untuk mengambil sila.

23. Dalam sutra Manjushri-buddha-ksetralamkara-sutra, dijelaskan bagaimana
di masa lampau saat Arya Manjushri menjadi Raja Ambha membangkitkan bodhicitta.
Sekarang aku akan menjelaskannya dengan jelas sesuai kitab ini.

24. “Di hadapan Sang Pelindung aku membangkitkan bodhicitta
Aku akan memimpin semua makhluk menuju kebahagiaan
Aku akan membebaskan mereka dari lingkaran samsara.”

25. “Sejak saat ini hingga aku mencapai Pencerahan Sempurna
Aku akan menghindari pikiran jahat, kemarahan, kekikiran dan irihati.
Aku akan mejalankan sikap yang baik, menghindari kejahatan serta nafsu.
Dengan antusiasme pada sila, aku akan mengikuti prilaku para Buddha”

26. “Aku tak akan terburu-buru mengusahakan pembebasan bagi
kebahagiaanku sendiri namun demi kebajikan meskipun satu makhluk hidup akan tinggal
hingga samsara berakhir.”

27. “Aku akan mempersiapkan alam murniku nanti, tiada terbatas dan tiada terbayangkan.
Semoga semua makhluk yang berdiam di kesepuluh penjuru menjadi murni
hanya dengan mendengar namaku.”

28. “Aku akan menjaga kemurnian seluruh kegiatan tubuh, ucapan dan pikiranku.
Aku tak akan melakukan kejahatan.”

29. Jika, pada saat menjaga ikrar bodhicitta hakikimu, -sebab bagi pemurnian
tubuh, ucapan dan pikiranmu-, engkau berlatih dengan baik dalam ketiga macam sila,
penghargaanmu pada ketiga sila akan berkembang.

30. Sehingga, dengan berusaha untuk menjaga sila bodhisattva tanpa henti
(yang menghendaki) kemurnian dan Pencerahan Sempurna.
Engkau mencapai penimbunan untuk tercapainya Pencerahan Sempurna.

31. Sebab bagi tercapainya kedua pemupukan kebajikan dan kebijaksanaan
telah dikatakan oleh semua Buddha sebagai mengembangkan abhijnana.

32. Seperti halnya burung dengan sayap tidak direntangkan
tak dapat terbang mengangkasa,
tanpa kekuatan abhijnana engkau tak akan dapat menolong makhluk lain.

33. Kebajikan apapun yang dikumpulkan dalam sehari dan semalam
oleh mereka yang telah menyandang abhijnana
tak dapat disamai bahkan selama seratus kali kehidupan
oleh mereka yang tidak mencapai abhijnana.

34. Mereka yang ingin segera menyempurnakan pengumpulan bagi tercapainya Pencerahan
akan mencapai abhijnana dan hal ini melalui usaha, bukan melalui kemalasan.

35. Tanpa mencapai samatha, abhijnana tak akan muncul.
Karenanya, berusahalah terus menerus untuk mencapai samatha.

36. Bilamana faktor-faktor untuk mencapai samatha merosot,
meskipun engkau telah berusaha keras bermeditasi samatha selama seribu tahun,
ngkau tak akan mencapai samadhi.

37. Karenanya jagalah faktor-faktor tersebut dengan baik sebagaimana
yang telah dijelaskan pada samadhi varga.
Letakkan pikiranmu pada obyek apapun, dalam keadaan baik.

38. Saat engkau mencapai yoga samatha, engkau juga akan mencapai abhijnana.
Tanpa berlatih dalam prajnaparamita, avarana tak akan dapat dimusnahkan.

39. Untuk itu dengan maksud melenyapkan avarana - rintangan
bagi tercapainya kemahatahuan serta klesha -, bermeditasi yogalah terus menerus
pada prajnaparamita, dipadukan dengan upaya.

40. Prajna tanpa upaya sama halnya upaya tanpa prajna
keduanya dikatakan sebagai belenggu. Karena itu jangan abaikan keduanya.

41. Untuk mengatasi keragu-raguan tentang apakah prajna dan upaya,
aku akan menjelaskan perbedaan keduanya dengan jelas.

42. Selain dari prajnaparamita, Sang Tathagata mengajarkan
egala bentuk perbuatan baik sebagai upaya, danaparamita dan sebagainya.

43. Bodhisattva yang melalui perkenalan dengan upaya bermeditasi prajna
menggunakan obyek apapun, akan segera mencapai Pencerahan,
tetapi bukan dengan bermeditasi hanya pada tiadanya aku semata.

44. Pemahaman bahwa skandha-skandha, indria dan ayatana adalah tak terlahirkan,
bahwa ia hampa dari keberadaan yang berdiri sendiri,
adalah apa yang dipandang sebagai prajna.

45. Suatu keberadaan tidak dapat (secara mutlak) diciptakan,
dan (akhirnya) menimbulkan ketidakberadaan seperti bunga di angkasa.
Karena konsekuensi keliru pada masing-masing,
di situ tidak akan dapat ditimbulkan darinya
yang sebenarnya keduanya (yang dihasilkan) dan (tidak di hasilkan) bersamaan.

46. Keberadaan tidak timbul dari dirinya sendiri,
juga bukan dari (keberadaan) yang lain, bukan dari keduanya, tidak juga tanpa sebab.
Oleh sebab itu mereka tidak memiliki kenyataan keberadaan.

47. Selanjutnya, jika segala sesuatu dianalisa sebagai sesuatu yang tunggal atau banyak,
oleh karena mereka tidak kenyataan apapun,
itu akan membuktikan bahwa ia sesungguhnya kosong dari kenyataan keberadaan.

48. Penjelasannya dijumpai dalam karya-karya Arya Nagarjuna
seperti Sunyatasaptati-vidya dan Mulamadhyamaka
menunjukkan bahwa realitas segala benda dinyatakan sebagai sunyata.

49. Karena karya ini akan menjadi sangat panjang,
aku tak akan menguraikan lebih lanjut di sini.
Dengan kutipan-kutipan kitab suci dan penalaran,
aku akan menjelaskan secara singkat paham Prasangika
sebagai sarana meditasi pada tiadanya diri.

50. Segala keberadaan adalah tidak mempunyai eksistensi yang berdiri sendiri.
Meditasi seperti pada tiadanya diri merupakan meditasi prajna.

51. Oleh karena prajna tidak melihat sifat keberadaan atas segala sesuatu,
Dengan menganalisa prajna itu sendiri, bermeditasilah terhadapnya juga tanpa menganggap
keberadaan yang berdiri sendiri.

52. Samsara yang timbul dari pandangan keberadaan yang berdiri sendiri,
adalah kesalahan dalam memandang keberadaan yang berdiri sendiri,
oleh karena itu penghapusan segala anggapan adalah nirvana tertinggi.

53. Lebih lanjut, dalam hal ini Hyang Buddha berkata;
“Anggapan keberadaan segala sesuatu berdiri sendiri adalah mahamoha. Ia menyebabkanmu jatuh ke dalam samudra samsara. Dengan berdiam dalam samadhi yang bebas dari anggapan keberadaan yang berdiri sendiri, engkau secara langsung mencapai sunyata yang bagaikan angkasa.”

54. Beliau juga menyatakan di dalam Nirvikalpa-avatara-dharani.
“Oh Jinaputra, dalam praktek Dharma utama ini,
Jika seseorang bermeditasi tanpa menganggap keberadaan yang berdiri sendiri,
seseorang akan melampaui anggapan keberadaan segala sesuatu yang berdiri sendiri
dan secara bertahap akan sampai pada tercapainya pemahaman sunyata.”

55. Melalui sumber-sumber kitab suci dan penalaran yang demikian,
begitu engkau telah memastikan bahwa segala keberadaan adalah tak terlahirkan
dan tidak memiliki keberadaan yang berdiri sendiri,
bermeditasilah tanpa anggapan sifat keberadaan.

56. Setelah bermeditasi pada sunyata dengan cara ini,
engkau secara bertahap mencapai realisasi usna (hangat) serta lainnya,
engkau akan mencapai bumi pramudhita dan seterusnya,
dan tercapainya Pencerahan Kebuddhaan tidak jauh lagi.

57. Jika dengan melakukan kegiatan disempurnakan dengan kekuatan
mantra, -shanti, vistara dan seterusnya -,
Serta astha mahasiddhi dan seterusnya,
Engkau ingin menyempurnakan pengumpulan bagi tercapainya Pencerahan dengan mahasukha, dan bermaksud mempraktekkan tantra rahasia sebagaimana yang diuraikan dalam kriya, charya dan sebagainya, kemudian, untuk menerima vajracharya abhiseka, engkau harus menyenangkan Gururatna dalam berbagai cara; dengan mempersembahkan pelayanan dengan penuh hormat, benda berharga dan sebagainya, dan mempraktekkan ajarannya.

58. Dalam menyenangkan Guru dan menerima vajracharya abhiseka lengkap,
segala kesalahan dimurnikan, engkau menjadi siswa yang siap untuk mencapai realisasi.

59. Oleh karena sangat dilarang dalam
Paramadibuddho-ddhrta-srikalachakra-namatantra-raja,
mereka yang mempraktekkan brahmacari harus tidak (benar-benar)
mengambil guhya jnana abhiseka.

60. Jika engkau mengambil abhiseka tersebut sementara menjaga tapa samvara,
dalam mengikuti praktek yang terlarang, sila samvara mu akan merosot.

61. Dengan demikian seorang brahmacari akan melakukan pelanggaran berat
dan sudah pasti akan jatuh ke alam rendah, tak akan dapat mencapai realisasi sedikitpun.

62. Namun memberi dan menerima ajaran semua tantra,
melakukan persembahan homa, melakukan suatu puja dan sebagainya,
bukan merupakan kesalahan bagi mereka yang telah menerima vajracharya abhiseka
dan memiliki sepuluh sifat-sifat seorang vajracharya.

63. Aku, Sthavira Sri Dipamkara, setelah memahami upadesha ajaran Dharma
dari desana dan sebagainya, atas permohonan Bodhi Prabha,
telah menjelaskan secara singkat jalan menuju Pencerahan.

Bodhipatapradipah (Pelita Yang Menerangi Jalan Menuju Pencerahan )disusun oleh Mahaguru Dipamkara Shri Jnana telah selesai.
Diterjemahkah dan disusun dalam bahasa Tibet dari bahasa Sansekerta oleh Maha Upadhyaya India (Dipamkara Shri Jnana) dan Penterjemah Agung Geway Lodroe (Nagtso Lotsawa). Disusun di Vihara Tholing daerah Shang-shung.

Segala Pahala Kebajikan dari pembabaran Dharma di blog ini, seluruhnya dipersembahkan kepada Mula Guru Dharmaraja Lian Sheng, semoga Dharmaraja Lian Sheng selamanya menetap di dunia, dan memutar Roda Dharma dalam bentuk kendaraan besar dan kecil untuk berbagai tingkat kemampuan dalam motivasi semua makhluk yang ada saat ini. Semoga saya dapat segera mencapai Pencerahan Sempurna demi semua makhluk. Semoga semua makhluk yang hidup di Samsara dapat berjodoh dengan Buddha Dharma, mempraktekkan Dharma, setelah memperoleh pengetahuan, dapat mengalahkan musuh - musuh yang berbahaya, dari ketiga racun, dan dapat mencapai Pencerahan

Om Mani Padme Hum
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Pandita Dharmaduta Lian Hua Shi An yang telah menerjemahkan sangat banyak Materi Dharma dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia, yang mana hasil terjemahannya sangat banyak yang saya post di blog ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://rigjedma-myblog.blogspot.com/

Manjusri Mantra

Music

MusicPlaylist

8 Manifestasi Guru Padmasambhava


8 Manifestasi Guru Padmasambhava



蓮 花生亦名為蓮師或海生金剛,釋迦牟尼佛曾預言此上師將把佛法傳入西藏。烏仗那國的帝釋力國王由於幼子早逝及國家面臨嚴重飢荒,而歷經人生種種考驗。觀世音 菩薩因悲憫國王,祈求阿彌陀佛慈悲救度,於是阿彌陀佛從舌間發光射向達那郭夏海,海中即現一朵大蓮花,花上端坐一位八歲的小孩。小孩被國王帶回宮中如親子 般撫養,也因其出生事蹟而名為蓮花生。

蓮花生長大後逐漸理解無常即娑婆苦惱之本質,因此為教導困於娑婆苦海的眾生領悟佛法而放棄王位和家人。經過數年的傳法,蓮花生因由各別特殊機緣得到不同的尊稱以代表他在佛法各方面的證量。

蓮花生大士所化現的海生金剛是西藏偉大上師與佛陀之顯現,其右手持金剛杵,代表堅固不變的究竟實相之本質,左手持顱器,左肩有三叉杖靠著,由兩位明妃和八位主要神變圍繞,這一切皆是幫助修行者了悟本性的表徵。

Padmasambhava (Guru Rinpoche) disebut juga sebagai Padmaguru dan Sagarasambhavavajra (Haisheng Jingang ~ Vajra Guru yang Terlahir dari Samudera) . Sakyamuni Buddha pernah meramalkan bahwa kelak Sang Guru ini akan membabarkan Dharma ke Tibet.
Di Uddiyana, putera Raja Indrabhuti mati muda, terjadi bencana kelaparan dan berbagai macam petaka. Avalokitesvara Bodhisattva berbelas kasihan dan memohon kepada Amitabha Buddha untuk menolong mereka, maka Amitabha Buddha memancarkan sinar dari lidah ke arah Samudera Danakosha , kemudian munculah sekuntum teratai besar dan diatasnya berdiri seorang kumara yang agung. Kumara tersebut dibawa ke istana oleh Raja Indrabhuti dan dibesarkan seperti puteranya sendiri, oleh karena fenomena yang istimewa mengiringi kelahirannya, maka Kumara tersebut dinamakan Padmasambhava.

Setelah Beliau beranjak dewasa, Beliau memahami menganai anitya dan dukha, maka demi mengajarkan Buddha Dharma kepada para insan supaya terlepas dari dukkha , Beliau melepaskan kedudukan Raja.

Dalam masa pembabaran Dharma Nya, oleh karena nidana yang istimewa, Padmaguru menerima gelar sebagai bukti realisasi Nya dalam Buddha Dharma.

Sagarasambhavavajra adalah Padmaguru sebagai Mahaguru manifestasi dari Sakyamuni Buddha, tangan kanan membawa vajra, sebagai simbol sunyata yang kokoh tak berubah. Tangan kiri membawa kapala dan mengapit Khatvanga Trisula, ada dua Vidyarajni mengiringi dan Delapan manifestasi mengelilingi, semua ini merupakan simbol untuk membantu para sadhaka menyadari Sifat Sejati.

蓮花鄔金金總持
(Lian Hua Wu Jin Jin Gang Zong Chi ~ Guru Uddiyana Vajradhara ~ Guru Orgyen Dorjechang)
花生大士為了更深入理解佛法,決定起程到本初佛普賢如來的淨土-色究竟天-參學。普賢如來是一切佛法的源流。蓮花生大士在色究竟天精通大瑜伽密續的心要,進入三三摩地中,最後體證一切聲音為咒語。普賢如來教導蓮花生大士如何與五在定佛融合為一無二無別,並授記他為上師鄔金金持,即來自鄔金的金剛持者,通常身現藍色,擁抱白色明妃,其右手持金剛杵,左手持鈴,明妃手執顱器。

蓮花生這時證得十八如來之成就,獲得普賢如來之密名

Demi lebih pemahaman terhadap Buddha Dharma yang lebih mendalam, Padmasambhava memutuskan untuk belajar ke Tanah Suci Samanthabadra Tathagata yang terletak di Surga Akanistha. Samanthabadra Tathagata merupakan sumber dari semua Dharma Buddha. Di Surga Akanistha, Padmasambhava menguasai semua kiat Mahayogatantra, memasuki Samadhi dan merealisasikan semua suara menjadi suara mantra. Samanthabadra Tathagata mengajarkan kepada Padmasambhava bagaimana menyatu dengan Pancadhyani Buddha dan memberikan vyakarana sebagai Guru Uddiyana Vajradhara (Vajradhara dari Uddiyana) , bertubuh biru, memeluk Vidyarajni Putih, tangan kanan membawa Vajra dan tangan kiri membawa gantha. Sedangkan Vidyarajni membawa kapala.
Padmasambhava telah merealisasikan keberhasilan Tathagata bhumi 18 , maka disebut juga sebagai Samanthabadra Tathagata.


蓮花生貝瑪桑巴哇
(Lian Hua Sheng Bei Ma Sang Ba Wa~ Padmasambhava ~ Pemasambhava)


蓮師身穿佛陀的三衣,蓮花生上師(Guru Padmasambhava)法號"蓮花生" 藏音:"貝瑪桑巴哇"(Padmasambhava),集一切知識於一身的蓮花生上師,著比丘裝,頭戴紅色通人冠,身穿密乘衣,右手持充滿甘露的顱器,左 手結施法印,半跏趺坐姿。藏史云:大教主貝瑪桑巴哇,從教主巴爾巴哈帝,所聞密法續部甚多,且從國王因紮菩提(King Indrabhuti,即其義父)聞法。
Padmaguru memakai jubah lapis tiga seperti Buddha, dengan nama keagungan Guru Padmasambhava, yaitu Guru yang merupakan kumpulan semua pengetahuan dalam satu tubuh, memakai jubah biksu dan jubah tantra, mengenakan mahkota merah. Tangan kanan membawa kapala yang berisi penuh dengan amrta, tangan kiri membentuk mudra memberi ajaran, duduk setengah bersila.


蓮花王上師
(Lian Hua Wang Shang Shi ~ Guru Padma Raja ~ Guru Pema Gyalpo)

蓮師身穿的藍色法衣,代表其第三種化現,法號為“蓮花王”。

藏音:“白瑪嘉波”(Pema Gyalpo),統治三世三界的蓮花王,著國王裝束,纏頭巾,戴寶冠珠鍊,右手持雙面頭骨鼓,左手持寶鏡,國王坐姿。

藏史雲:

當蓮花生大士抵達烏仗那國後,他的出現立即終止飢荒,國家馬上恢復繁榮。這種種興旺盛況促使帝釋力王為兒子安排與品德兼優的持光女公主成婚,從此蓮花生大士得名蓮華國王,其左手持明鏡,右手高舉大顱鼓。

蓮 花生大士不久後就對宮裡的生活感到憂慮不安,因為他發現身為國王是無法了脫生死,因此決定設法離開王宮。當時印度的法律規定殺人犯必須被放逐,於是蓮花生 大士故意殺死一個男孩,這男孩基於所造諸惡業注定往生惡道,但因被蓮花生大士殺死,他結果往生至佛陀淨土。蓮花生大士從此被放逐出境,自由自在毫無約束地 尋求證悟解脫之道。


Padmaguru mengenakan jubah biru yang menyimbulkan manifestasi yang ke 3 sebagai Padmaraja (Pema Gyalpo). Padmaraja yang memimpin Triloka Tiga Masa (lampau, sekarang dan yang akan datang). Memakai jubah kebesaran Raja dan segala perhiasan serta atributnya. Tangan kanan membawa damaru dari tengkorak, tangan kiri membawa cermin mestika, dengan posisi duduk seorang Raja.
Dalam sejarah Tibet dikatakan :
Saat Kumara Padmaguru tiba di Uddiyana, dengan seketika bencana kelaparan terhenti dan negara kembali makmur. Oleh karena kondisi negara yang semakin membaik, maka Raja Indrabhuti berpikir untuk menikahkan Padmasambhava dengan istri yang sempurna, yaitu Puteri Bhasadhara. Sejak saat itu Padmaguru memperoleh gelar sebagai Padmaraja.
Namun tak berapa lama, Beliau mulai berpikir bila menjadi seorang Raja , maka tidak akan sanggup terbebas dari tumimbal lahir dan menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi para insan, sehingga Beliau memutuskan untuk meninggalkan istana .
Namun ayahnda Baginda Raja tidak memberikan ijin. Maka dalam satu hari itu Beliau menciptakan lalita tandava (Tarian permainan kosmik) , dengan ilusi membunuh anak menteri mara yang selalu berbuat onar dan sudah pasti akan terjerumus dalam alam rendah, dan menyeberangkan kesadarannya ke alam Surga Akanistha. Oleh karena itulah atas dasar hukum saat itu, membunuh maka harus diasingkan, maka Padmasambhava pun dapat memperoleh kebebasan dalam menekuni Dharma di pengasingan Nya.


釋迦獅子

(Shi Jia Shi Zi ~ Sakyasimha ~ Sakya Senge)





釋迦獅子,藏音:“夏迦星給”(釋迦聖吉),法身裝束,頂髻,具足三十二妙相和八十種隨好,右手持金剛杵結施願印,左手托缽,金剛跏趺坐姿。

藏史雲:蓮師赴孟加拉從巴爾巴哈帝論師出家,號“釋迦獅子”。從八大持明受八部修行密乘,從佛密論師受幻化網密續,從師利辛哈受以大圓滿為主的眾多顯密經教。

據說也有兩種記載。第一種說法是當蓮花生大士以蘇梅扎菩薩身顯現時,自阿難尊者處獲得四種法 - 輪,四聖諦,十二因緣緣起法等教授後,證獲釋迦師子之形象。

第二種說法來自另一本經典,其中提及當蓮花生大士放棄羅剎鬼的形象後,得帕拉哈巴斯帝比丘授予真性要集及瑜伽密續的心要,蓮花生大士獲得指示後在未入定的狀況下,立即觀見瑜伽密續的卅七本尊,故此得名釋迦師子

Guru Sakyasimha adalah salah satu manifestasi Padmasambhava yang dalam bahasa Tibet disebut Sakya Senghe. Terbentuk usnisa di kepala, berjubah Dharmakaya, memiliki 32 tanda Devatimsamahapurissalaksana, tangan kanan membawa vajra dengan mudra memberi , tangan kiri membawa patra. Duduk dengan sikap Vajrasana.

Menurut catatn sejarah Tibet :
Padmasambhava menuju ke Benggala menerima upasamapada dari Guru Baerbahadi, dengan nama Sakyasimha, menerima delapan bagian tantra dari Delapan Resi Mantra Agung, menerima Mahamayatantra dari Guru Fomilun, dari Srisingha menerima ajaran sutra esoterik dan eksoterik dengan Mahaparipurna sebagai yang utama.

Ada lagi dua peristiwa, yaitu :
1. Dari Arya Ananda menerima Empat macam Dharmacakra, caturaryasatyani , paticcasamupada dan lain sebagainya, barulah kemudian memperoleh keberhasilan rupa Sakyasimha.

2. Dari kitab yang lain disebutkan bahwa setelah Padmaguru melepaskan rupa rakshasa, Beliau memperoleh Kumpulan Kiat Sifat Sejati dan Yogatantra dari Biksu Balabahasidi , setelah memperolehnya, didalam kondisi belum memasuki samadhi, Beliau memperoleh pengelihatan 37 yidam Yogatantra, oleh karena itulah disebut sebagai Sakyasimha.



日光上師
(Ri Guang Shang Shi ~ Guru Surya Rasmi ~ Guru Nyima Ozer)



蓮花生大士在寒林墳地僅用棉製的裹屍布披身
食人們遺留給往生者的供品其瑜伽密行神速進展結果調伏眾空行母使之成為護法另有數據記載蓮花生大士於此寒林墳地顯露恐怖的羅剎鬼形象其身披人皮手執一弓與五支鐵箭

後來蓮花生大士起程到位於寶益達國的聚身屍林其中央有座普陀寶塔蓮花生大士在此為眾空行母說法五年被尊稱為日光上師或'太陽之金光',其右手持三叉杖左手放射如太陽般的光芒通常以大成就者形象顯現身形稍顯瘦弱

Padmasambhava membina diri di pekuburan, kulit sebagai jubah Nya, bekas persembahan yang ditinggalkan di kuburan sebagai makanan Nya, yogi tantrik ini dengan cepat mencapai kemajuan, bahkan menaklukan berbagai dakini supaya menjadi Pelindung Buddha Dharma. Padmasambhava di areal pekuburan menampilkan rupa raksasa yang menakutkan, tubuh berbalut kulit mayat, tangan membawa sebuah busur dan lima anak panah.

Kemudian Padmasambhava menuju ke areal penumpukan mayat yang ditengahnya terdapat Stupa Ratna Pota, disitulah Padmasambhava membabarkan Dharma kepada para dakini selama lima tahun dan dijuluki sebagai Guru Surya Rasmi (Guru Cahaya Keemasan Matahari), tangan kanan Nya membawa trisula Khatvanga, tangan kiri memancarkan cahaya matahari, senantiasa muncul dalam rupa seorang Mahasiddha bertubuh kurus.

愛慧上師
(Ai Hui Shang Shi ~ Guru Loden Chogse)


蓮師腰間有金剛寶杵,代表上師的第六種變身,法號為"愛慧"。蓮師八變--愛慧上師 (Guru Loden Chogse)博學者愛慧,藏音:"羅登楚瑟"(Loden Chogse),著上師咒裝,右手持雙面頭骨鼓,左手持顱碗,國王坐姿。藏史云:蓮師從室利辛哈(Shri Simha)受以大圓滿為主的眾多顯密經教。雲遊孟加拉及鄔丈那等地,教化有緣歸依佛門,人稱"蓮花王"

Di pinggang Padmaguru terdapat sabuk mustika vajra merupakan manifestasi keenam dari Yang Arya dengan julukan Guru Loden Chogse, tangan kanan membawa damaru kapala dua sisi, tangan kiri membawa mangkuk kapala, duduk dalam posisi raja.
Menurut catatan sejarah :
Dari Guru Sri Simha, Padmaguru menerima ajaran esoterik dan eksotrik dengan Mahaparipurnatantra sebagai yang utama. Melakukan perjalanan menuju Benggala dan Udiyanna, menyelamatkan yang berjodoh untuk bersarana kepada Triratna, orang memanggil Nya "Padmaraja."

忿怒金剛
(Fen Nu Jin Gang ~ Vajra Krodha ~ Dorje Drollo)






蓮師外現靜善忿怒相,代表上師的第七種變身,法號為"忿怒金剛"
蓮師八變--忿怒金剛上師(Guru Dorje Drollo)
忿怒金剛,藏音"多傑卓勒"(Dorje Drollo)是蓮花生大師的忿怒化現,譯為金剛力士。一頭二臂三目,身棕紅色,上披棕色錦袍,下身著舞裙,右舉天鐵金剛杵,左持普巴撅,踏於母虎之背,以蓮花口輪天魔座,安住智能烈焰中。
本尊功德為:能將地水火風四大病氣消除,轉五毒為五智,摧伏死魔、天魔、煩惱魔、大力鬼神等,特別降服不相信佛法作障礙之眾。
忿怒蓮師"多傑卓勒"為蓮師八變之一,此乃蓮花生大士的忿怒化現,屬寧瑪巴(紅教) 巖傳法門。經典記載其化現的地方為墳地"讓卡這",在不丹王國附近地名(門巴都達昌),有很多危害眾生之邪神惡鬼和毀壞佛法製造障礙之眾。 而蓮師弟子降服一切邪惡眾生,變現此忿怒本尊。

Rupa Padmaguru dengan mimik krodha merupakan manifestasi yang ketujuh, dengan gelar "Vajra Krodha"

Fennu Jingangshangshi atau Guru Dorje Drolo merupakan manifestasi krodha dari Padmaguru, satu kepala dua lengan, mengenakan jubah merah kecoklatan, tubuh bagian bawah mengenakan jubah tarian, tangan kanan membawa vajra, tangan kiri membawa vajraphurba, menunggangi induk macan, berdiam dalam api kebijaksanaan.

Guru Dorje Drollo mempunyai kemampuan menyingkirkan penyakit dari keempat unsur, mengubah lima racun menjadi lima kebijaksanaan, menaklukan mara kematian, mara dewaputra, mara kerisauan, setan Mahabala dan lain sebagainya, terlebih adalah menaklukan makhluk yang tidak percaya dan selalu merintangi Buddha Dharma.
Dalam kitab tercatat lokasi manifestasi ini di areal pekuburan Rangkazhe, di sebuah tempat dekat Bhutan, dimana terdapat banyak dewa dan setan serta orang - orang yang suka merintangi dan merusak Dharma.

獅子吼聲
(Shi Zi Hou Sheng ~ Simhahanada ~ Senge Dradog)

蓮花師身上的虎皮嚴飾,則代表上師的第八種變身,法號為"獅子吼聲"蓮師八變--獅子吼聲(Guru Simhanada)
獅子吼聲藏語稱"星給紮佐"(Senge Dradog);藏史云:在金剛座有五百外道導師反對佛法,蓮師與之辯論及此法力,均勝之,彼等乃念惡咒修行作為抵禦。
時空行母頓都瑪獻極極猛烈咒,蓮師遂以此咒回遮,念咒時天空突然霹靂一聲,外道全被消滅,城市起火,餘人盡皈依佛教,於是即在其地,高樹法幢,因此又名獅子吼聲。其為蓮花生大師之忿怒化現。


Padmaguru yang mengenakan kulit macan sebagai gaun ini merupakan manifestasi kedelapan, dengan gelar : Guru Simhanada (Shizihousheng) atau Senge Dradog.

Dalam catatan sejarah disebutkan : Di Vajrasana ada lima ratus kaum sesat yang menentang Buddha Dharma, Padmaguru berdebat dan memperoleh kemenangan, namun mereka semua membalasnya dengan mantra dan doa doa jahat penuh kelicikan. Saat itu Dakini mewariskan mantra yang sangat keras, Padmaguru dengan menggunakan mantra ini membalikkan semua kutukan dari kaum sesat, saat mantra dijapakan tiba-tiba suara halilintar bergemuruh, kaum sesat termusnahkan semua oleh api, yang tersisa bersarana pada Triratna, sehingga di tanah itu didirikan Panji Dharma, oleh karena itulah Beliau dinamakan Simhanada. Merupakan manifestasi krodha dari Padmaguru.



Om Ah Hum Biezha Gulu Beima Xidi Hum Xie
Om Ah Hum Vajra Guru Padma Siddhi Hum Hrih
Om Ah Hung Benza Guru Pema Siddhi Hung Hrih

Kerupawanan dan Kejayaan


「復云何業獲報醜陋?有十種業。何等為十?
Karma apakah yang menyebabkan buruk rupa ? Ada sepuluh macam, yaitu :

一恒起瞋忿,
1. Sering memupuk kebencian
二恣縱慢心,
2. Angkuh
三不孝父母,
3. Tidak berbakti pada orangtua
四恒恣貪癡,
4. Seenaknya sendiri dan serakah
五毀謗聖賢,
5. Memfitnah orang suci
六侵奪[夌*欠]逼,
6. Suka menekan dan memaksakan kehendak
七盜佛光明,
7. Mencuri penerangan bagi Buddha
八戲弄他醜,
8. Memperolok fisik dan penampilan orang lain
九壞佛光明,
9. Merusak alat penerangan bagi Buddha
十行非梵行;
10. Gemar perilaku yang tidak suci
如是十種獲報醜陋。
Sepuluh hal inilah yang menyebabkan karma memiliki rupa yang buruk

「復云何業獲報端嚴?有十種業。云何十業?
kemudian, karma apakah yang menghasilkan pahala kerupawanan ?
Ada sepuluh, yaitu :

一修慈忍,
1. Tekun dalam belas kasih dan kesabaran
二惠施佛塔,
2. Berdana bagi stupa Buddha
三塗掃塔寺,
3. Mengecat dan membersihkan stupa dan vihara
四修嚴精舍,
4. Memperbaiki dan memperagung vihara
五莊嚴佛像,
5. Memperagung rupang Buddha
六孝養父母,
6. Berbakti dan merawat orangtua
七信重聖賢,
7. Menghormati orang suci
八謙卑離慢,
8. Rendah hati dan menghindari kesombongan
九梵行無缺,
9. Mempraktekkan Brahmacari dengan baik (laku hidup suci)
十遠離損害;
10. Menjauhi segala perbuatan yang merugikan orang lain.
如是十種獲報端嚴。
Sepuluh hal inilah yang menghasilkan pahala kerupawanan


Sumber:
分別善惡報應經卷上
Sutra Perbedaan Akibat Karma Yang Baik dan Buruk Bab Pertama




「復云何業獲種族卑賤?有十種業。云何十種?
Karma apakah yang menyebabkan kelahiran dikalangan rendah ?
Ada sepuluh hal, yaitu :

一貪愛名利不修施行,
1. Serakah pada nama dan keuntungan, tidak gemar berdana
二嫉妒他榮,
2. Dengki pada kejayaan orang lain
三輕毀父母,
3. Merendahkan atau mencelakai ayah dan ibu
四不遵師法,
4. Tidak mentaati ajaran Guru
五譏謗賢善,
5. Mengejek atau menjelek jelekkan orang bajik dan orang suci
六親近惡友,
6. Gemar berteman dengan orang yang gemar dalam perbuatan salah
七勸他作惡,
7. Mendorong orang lain untuk berbuat yang tidak baik
八破壞他善,
8. Merusak orang yang baik
九貨易經像,
9. Memperjual belikan sutra dan rupang Buddha demi keuntungan pribadi dengan penuh muslihat
十不信三寶;
10. Tidak meyakini Triratna

如是十種獲報卑賤。
Sepuluh hal itulah yang menyebabkan kelahiran dikalangan rendah.

「復云何業得豪族富貴?有十種業。何等為十?
Kemudian, karma apakah yang menghasilkan pahala terlahir di keluarga terpandang dan makmur ? Ada sepuluh macam, yaitu :
一離嫉妒慶他名利,
1. Menghindari rasa iri dan dengki
二尊重父母,
2. Menghormati ayah dan ibu
三信崇師法,
3. Meyakini dan menjunjung tinggi ajaran Guru
四發菩提心,
4. Membangkitkan Bodhicitta
五施佛傘蓋,
5. Memberikan payung (atau alat teduh) bagi Buddha
六修嚴塔寺,
6. Memperbaiki dan memperagung stupa dan vihara
七懺悔惡業,
7. Bertobat atas karma buruk
八廣修施行,
8. Gemar berdana
九勸修十善,
9. Tekun mempraktekkan sepuluh perbuatan baik
十信崇三寶;
10. Meyakini dan menghormati Triratna

如是十種獲報豪貴。
Sepuluh hal itulah yang menghasilkan pahala kelahiran dikalangan terpandang dan makmur.

source :
分別善惡報應經卷上
Sutra Perbedaan Akibat Karma Yang Baik dan Buruk Bab Pertama